Sabtu, Juli 09, 2011

Makin sukses dengan tekanan



Baru abis baca majalah  ema’  saya saking ga ada kerjaan-nya di rumah (maklum lagi liburan J) yang isi artikel itu makna nya dalaaaaammm banget dan juga menginspirasi saya. Judulnya “Depresi Berujung Aksi Bunuh Diri”…….Loh? makna nya dari mana??? Artikel itu sendiri  isinya mengenai  maraknya aksi bunuh diri yang dilakukan oleh aktor-aktris dari negeri gingseng Korea selatan. Nah loh? (maksudnya nya nginspirasi buat bunuh diri nih jadinya ??) yah gak gitu juga,ternyata setelah saya korak-korek (kuping kali :p) kedalam otak saya dari hulu hingga hilir, tragedi ini juga bisa membawa pelajaran bagi kita masyarakat  Indonesia.

         Menurut media cetak tersebut, maraknya aksi bunuh diri di Korea umumnya disebabkan oleh tuntutan yang dialami mereka di lingkungan kerja.  Hmmm… tetapi kenapa sampai bunuh diri segala ya?
Wah.. ternyata, korea  memang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Masih menurut majalah ema’ saya, menurut Organization for Economic Cooperation and Development, sebanyak 21 dari 100 ribu orang korea melakukan bunuh diri. Ini melewati batas normal. Kenapa bisa begitu? Banyak  yang bisa menjadi penyebabnya. Pertama, mayoritas penduduk korea tidak memiliki agama. Sehingga ketika mereka mengalami depresi ,penghargaan mereka terhadap nilai kehidupan menjadi rendah. Kepercayaan terhadap konsep reinkarnasi juga memperkuat potensi  keinginan orang korea untuk mengakhiri hidupnya.dsb

         Tapi, itu juga yang menjadi nilai plus bagi korea selatan, Tekanan.  Karena justru dengan berbagai tekanan yang ada memaksa mereka  untuk bekerja semaksimal mungkin. Dan lagipula andai tekanan  macam ini ada  di Indonesia, menurut saya kayaknya tetap tidak mungkin bisa ada aksi mengerikan semacam itu. Karena masyarakat Indonesia itu kan umat beragama. Apalagi mayoritas muslim, yang notabenenya mengharamkan bunuh  diri. Nah loh? Emangnya kalau hidup di Indonesia gak ada tekanan??? 

           Ada kok, emang kalo hidup di Indonesia malah kayaknya lebih banyak “tekanan” nya. Yup, yang membuat mereka menghalalkan segala cara demi mencapai kesuksesan. Tekanan-nya, yah seperti  tuntutan harus kaya kalau mau sekolah, harus punya orang  dalem biar dapat kerja, harus jago nyuap kalo mau naik pangkat.dsb… hampir ga ada tekanan yang berakhir positif. Nah itu dia spesies tekanan yang ada di Indonesia. Andai masyarakat kita bisa mencontoh hal yang satu ini untuk bisa di aplikasikan di negeri kita tercinta, insyaAllah negeri ini cepet suksesnya. Amien… J